Banyuwangi – SMP Plus Darussalam Blokagung kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Melalui sebuah pelatihan intensif bertajuk “Garda Utama”, Syang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Darussalam ini membekali para santri terpilih sebagai Satuan Tugas (Satgas) Anti Bullying Garda REKSATI. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus ini diikuti oleh puluhan siswa dengan semangat dan antusiasme tinggi.
Mencetak Pelopor Perdamaian di Lingkungan Sekolah
Pelatihan ini dikoordinatori langsung oleh Bapak Siswanto, S. Pd., selaku Koordinator Satgas Anti Bullying SMP Plus Darussalam. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif siswa sebagai garda terdepan dalam memutus mata rantai kekerasan verbal maupun fisik di kalangan remaja. “Garda Utama bukan sekadar nama, melainkan sebuah amanah. Para peserta adalah mata, telinga, dan hati nurani sekolah yang harus peka terhadap sekecil apa pun potensi perundungan di sekitar mereka,” ujar Bapak Siswanto dengan penuh semangat.
Materi dan Pembekalan yang Komprehensif
Dalam sesi pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi penting yang disusun secara sistematis, meliputi:
Pemahaman mendalam tentang definisi, jenis, dan dampak psikologis dari bullying.
Teknik komunikasi asertif untuk menjadi penengah yang baik bagi korban maupun pelaku.
Simulasi penanganan kasus dengan pendekatan santun khas pesantren, mengedepankan nasihat dan kebersamaan.
Strategi membangun sistem pelaporan yang aman dan ramah bagi siswa.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sosial para santri, selaras dengan nilai-nilai akhlakul karimah yang dijunjung tinggi oleh SMP Plus Darussalam.
Dari Garda Utama Menuju Generasi Emas yang Beradab
Dengan dibentuknya Satgas Anti Bullying Garda REKSATI, SMP Plus Darussalam Blokagung membuktikan bahwa pencegahan perundungan bukan hanya tanggung jawab guru, melainkan kolaborasi apik antara pendidik dan peserta didik. Para anggota satgas diharapkan menjadi teladan dalam bersikap, sekaligus penggerak kampanye anti-bullying di kelas masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan zaman akan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
“Kami ingin seluruh siswa merasa bahwa sekolah adalah rumah kedua yang melindungi. Dengan hadirnya Garda REKSATI, semoga tidak ada lagi anak yang takut melangkah ke sekolah karena khawatir dibully,” tutup Bapak Siswanto.
Melalui pelatihan berkelanjutan seperti ini, SMP Plus Darussalam Blokagung terus berikhtiar mewujudkan visi pendidikan unggul yang ramah anak, berkarakter, dan penuh keberkahan.