Info Sekolah
Minggu, 31 Agu 2025
  • Selamat datang di website resmi SMP Plus Darussalam! 🌟 Mari bersama membangun generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing. Jangan lupa pantau terus informasi terbaru seputar kegiatan dan prestasi sekolah di sini!
  • Selamat datang di website resmi SMP Plus Darussalam! 🌟 Mari bersama membangun generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing. Jangan lupa pantau terus informasi terbaru seputar kegiatan dan prestasi sekolah di sini!

Manusia x AI: Berkolaborasi atau Berkompetisi?

Terbit : Sabtu, 19 Juli 2025 - Kategori : Teknologi

Bayangan tentang masa depan yang dulu kita pikir masih jauh, kini perlahan menjadi nyata. Saat membayangkan dunia yang dipenuhi dengan robot yang bisa menggantikan tugas manusia seperti membersihkan rumah, menyajikan makanan, bahkan berperan sebagai penghibur manusia. Tapi rupanya, masa depan itu tidak datang dalam bentuk robot berbadan besi seperti halnya di film-film. Ia hadir diam-diam, dalam bentuk yang jauh lebih halus, ya…… Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Saat ini, AI yang telah tercipta ada pada genggaman manusia. Setiap hari, setiap jam, menit bahkan setiap detiknya. Kecanggihan AI memang patut diacungi jempol. Di satu sisi, AI hadir sebagai alat bantu yang luar biasa. Ia bisa memberikan prediksi yang presisi, menciptakan karya visual atau tulisan dalam waktu yang nyaris instan. Kita melihatnya membantu dokter membaca hasil rontgen, mendukung guru membuat pembelajaran yang lebih personal, hingga mendampingi penulis menuangkan ide dalam bentuk paragraf yang runtut.

Bahkan dalam dunia kerja profesional, AI digunakan untuk menyusun laporan, membuat strategi pemasaran, hingga menyusun materi presentasi. Namun dibalik itu semua terselip rasa waswas. Jika AI bisa melakukan hampir segalanya, lalu bagaimana nasib manusia di masa depan?

Apakah berarti manusia akan kalah? Tidak juga. Tapi jelas, kompetisi tidak bisa dihindari. Mereka yang tidak cepat beradaptasi bisa tertinggal. Mereka yang enggan belajar, bisa tergerus zaman. Namun, perlu kita sadari bahwa AI tidak punya niat untuk menggeser manusia. Ia hanyalah alat. Kompetisi yang terjadi bukan antara manusia dan AI, melainkan sesungguhnya adalah antara manusia yang memanfaatkan AI dengan mereka yang enggan.

Mereka yang memahami dan memanfaatkan teknologi dengan bijak akan memiliki keunggulan tersendiri. Inilah yang disebut sebagai literasi AI. Keterampilan baru yang kini sangat penting dikuasai oleh siapa pun yang ingin tetap relevan dan kompetitif di masa mendatang. Sebagus apapun AI, tetap ada batasnya. Ia tidak memiliki empati, tidak bisa memahami konteks emosional, dan tidak tahu apa yang secara moral dianggap benar atau salah. Ia bisa meniru gaya tulisan manusia, tetapi tak bisa menciptakan makna yang lahir dari pengalaman hidup.

Inilah kekuatan utama manusia yang tidak dimiliki mesin. Manusia punya naluri, nilai, dan kebijaksanaan. Ia tahu kapan harus mengandalkan teknologi, dan kapan harus bertindak berdasarkan hati nurani. Dalam hubungan ideal ini, AI menjadi pelaksana teknis dan manusia tetap menjadi pemegang kendali arah. Apakah manusia dan AI akan berkolaborasi atau berkompetisi? Mungkin keduanya akan terjadi. Tapi yang lebih penting, manusia itu sendiri yang bisa menentukan arah hubungan itu. Kita bisa memilih untuk terus merasa terancam dan tertinggal, atau justru mulai mempelajari, beradaptasi, dan tumbuh bersama teknologi.

Sebuah berita pada laman adadimalang.com yang diunggah pada tanggal 11 Juli 2025.  “Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) baru saja meresmikan Indonesia’s AI Center of Excellence, sebuah ekosistem inklusif yang bertujuan untuk memperkuat daya saing Indonesia di bidang kecerdasan buatan (AI). Inisiatif ini merupakan hasil dari kolaborasi strategis antara Komdigi, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat), Cisco, dan NVIDIA”. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara manusia dan AI juga sangat diperlukan di era saat ini.

Sudah saatnya kita bersiap. Bukan hanya agar tidak tertinggal zaman, tetapi juga agar kita tetap menjadi manusia seutuhnya yang dapat berpikir, merasakan, dan memberi makna dalam dunia yang terus berubah menjadi lebih cerdas. (Nis)

Sumber :

Safitri, F., Ramlah, R., & Sandy, W. (2025). Literasi Digital dalam Dunia Pendidikan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Silalahi, L. M. O., & IP, S. (2025). LITERASIKU DI ERA SOCIETY 5.0. Uwais Inspirasi Indonesia.

AdadiMalang.Comhttps://adadimalang.com/52619/indonesia-luncurkan-ai-center-of-excellence-kolaborasi-strategis-untuk-daya-saing-nasional.html

https://images.app.goo.gl/yyS8akyajbgHvAzN6

Agenda

28
Apr 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
21
Apr 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
19
Apr 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat