Literasi Keuangan Masuk Kelas: OJK dan Kemendikdasmen Sepakati Bahan Ajar Gratis
Pekan keempat September 2026 menandai satu langkah baru bagi dunia pendidikan Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menandatangani Nota Kesepahaman tentang penguatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan satuan pendidikan. Penandatanganan berlangsung di sela puncak acara Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 di Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9/2026). [1][2]
Inti kerja sama ini adalah penyediaan bahan ajar literasi finansial yang bisa diakses gratis melalui platform Rumah Pendidikan. Materi disusun mengacu pada Panduan Pendidikan Literasi Finansial yang diterbitkan Kemendikdasmen, lalu dikurasi oleh Pusat Kurikulum dan Pembelajaran bersama OJK sebelum dipakai di sekolah. [1][2][6]
Bahan ajar tersebut diberi nama Bahan Ajar Literasi Keuangan Fase E dan Fase F. Kompetensi literasi finansial diintegrasikan ke dalam pembelajaran intrakurikuler, terutama mata pelajaran Ekonomi dan Matematika, serta kegiatan kokurikuler. Sejumlah modul yang sudah siap digunakan antara lain "Mengelola Keuangan Pribadi", "Manajemen Keuangan Kegiatan Kepanitiaan", "Lembaga Keuangan", "Barisan dan Deret", "Perekonomian Digital", serta "Analisis Data dan Peluang". [1][3]
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyebut buku literasi keuangan syariah yang disusun tim OJK sebagai bagian dari materi yang dapat diakses para murid, guru, dan masyarakat secara gratis. Menurutnya, ketersediaan bahan bacaan itu diharapkan tidak hanya menaikkan kemampuan literasi murid, tetapi juga mendorong produktivitas, inklusi, serta kesejahteraan bangsa. [1][2]
Dari sisi regulator, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa pemahaman atas ekosistem keuangan digital perlu masuk ke kurikulum. Alasannya, kemudahan akses layanan keuangan membawa risiko yang tidak kecil: produk tidak sesuai kebutuhan, informasi keliru, penipuan, aktivitas ilegal, sampai keamanan data pribadi. Ia juga menyoroti masih adanya korban pinjaman online, judi online, scam, dan fraud. [3][4][5]
Dicky merumuskan hasil yang ingin dicapai melalui empat kata: cakap, bijak, produktif, dan terlindungi. Cakap karena memahami keuangan, bijak karena mampu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan, produktif karena pengetahuannya menciptakan nilai tambah, dan terlindungi karena memahami hak serta risiko. Kolaborasi ini juga mencakup penguatan bahan ajar, kurikulum, dan pelatihan bagi guru. [3][4]
Antusiasme murid terhadap tema ini terlihat dari ajang ISFO 2026 yang mengusung tema "Learn, Innovate, Elevate". Tahun ini ISFO diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia, tumbuh sekitar 12 persen untuk jumlah peserta dan sekitar 15 persen untuk jumlah tim dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Kompetisi mencakup cerdas cermat keuangan syariah dan Wirausaha Muda Syariah. [4][6][7]
Menteri Koperasi yang juga Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah, Ferry Juliantono, mengingatkan masih ada jarak antara pemahaman dan pemanfaatan layanan keuangan syariah. Tingkat literasi keuangan syariah disebut telah mencapai 43 persen, sementara tingkat inklusinya baru 13,24 persen. Ia berharap dorongan literasi dari jalur pendidikan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga melahirkan wirausaha muda. [7]
Bagi sekolah, konsekuensi praktisnya cukup jelas. Guru Ekonomi dan Matematika kini punya perangkat ajar siap pakai yang bisa langsung dibuka di Rumah Pendidikan melalui Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan, tanpa biaya. Pembelajaran keuangan tidak lagi berhenti pada teori angka, tetapi menyentuh keputusan sehari-hari yang akan diambil murid setelah lulus. [1][2][3]
Sumber:
ANTARA News - OJK dan Kemendikdasmen sediakan bahan ajar literasi finansial (24 September 2026)
CNN Indonesia - OJK Masukkan Literasi Keuangan ke Sekolah, untuk Apa? (26 September 2026)
RRI - OJK Siapkan Literasi Keuangan Digital Masuk Kurikulum Pendidikan (25 September 2026)
Tirto.id - Kemendikdasmen Gandeng OJK Teken MoU Literasi Keuangan Syariah (24 September 2026)